Elias Hj Idris
Kritikan pemahaman Jemaah Tabligh dan kitab 'Tablighi Nishab'
Oleh: Abu Salma al-Atsari

SEJARAH RINGKAS

Jama’ah Tabligh didirikan oleh Syaikh Maulana Ilyas bin Syaikh Muhammad Ismail Al-Kandahlawi Al-Hanafi –Rahimahullah di kota Sahar Nufur, India. Beliau dilahirkan tahun 1303H di lingkungan keluarga yang mengikuti tariqat Al-Jitsytiyyah ash-Shufiyyah. Beliau orang yang hafidz dan menimba ilmu di Madrasah Diyuband setelah diba’iat oleh guru besar tariqat, Syaikh Rasyid Ahmad Al-Katskuhi.

Pusat perkembangan jama’ah tabligh adalah di India, tepatnya perkampungan Nidzammudin, Delhi. Mereka memiliki masjid sebagai pusat tabligh yang dikeliliingi oleh 4 kuburan para wali. Mereka terkesan sangat untuk mengagungkan masjid tersebut dan menganggapnya suci dengan adanya kuburan tersebut. Dakwah jama’ah tabligh menyebar hingga ke Pakistan, Bangladesh dan negara-negara asia timur dan menyebar hingga ke seluruh dunia. Tujuan dakwah mereka adalah membina ummat Islam dengan konsep khuruj/jaulah[1] yang lebih menekankan kepada aspek pembinaan suluk/akhlak, ibadah-ibadah tertentu seperti zikir, zuhud, dan sabar[2].

Nota kaki;
[1] keluar wilayah untuk berdakwah dengan jumlah waktu yang telah ditentukan seperti 4 bulan, 40 hari, seminggu, dsb.
[2] baca ‘Jama’ah Tabligh’ karya M. Aslam Al-Bakistani –  mantan tokoh Jama’ah tabligh yang ruju’/taubat dari manhaj tablighi.

Ijtima' tabligh sedunia, India

AQIDAH JAMA'AH TABLIGH

Jama’ah tabligh bermanhaj sufi dalam masalah aqidah. Tasawwuf sangatlah mendominasi anggota-anggota jama’ah di mana mereka cukup bersemangat dalam ibadah dan zikir, melatih diri dengan sedikit makan dan minum, tidur dan berbicara. Mereka juga mencurahkan perhatian besar terhadap mimpi dan takwilnya.

Aqidah mereka menurut pandangan ahlus sunnah wal jama’ah adalah rosak dan khatir, sesat dan menyesatkan. Aqidah jama’ah tabligh bercampur-baur dengan syirik, khurafat, bid’ah, wihdatul wujud dan hulul [3]. Mereka berkeyakinan akan adanya mukasyafah [4], wali-wali aqhtab [5], dan mereka membenarkan ucapan-ucapan syatahat [6]. Mereka juga menghidupkan dan mengajarkan bid’ah-bid’ah syirkiyyat seperti tabaruk [7], tawassul terhadap makhluk, terhadap kuburan-kuburan nabi serta wali, dan syirik-syirik yang nyata lainnya. Mereka juga menghidupkan bid’ah-bid’ah mawalid dengan membaca qashidah burdah yang penuh dengan syirik dan bid’ah.[8] itu.

Nota kaki;
[3] akan datang keterangannya mengenai kesesatan aqidah jama’ah tabligh ini.
[4] tersingkapnya tabir ghaib sehingga manusia dapat mengetahui yang ghaib dan ini merupakan aqidah shufi yang rusak
[5] keyakinan adanya wali-wali kutub yang memiliki kemampuan mempengaruhi kahidupan makhluk –ini termasuk kesyirikan yang nyata
[6] (ucapan-ucapan yang keluar dari orang-orang shufiyah ketika akal mereka hilang dan mereka menganggap mereka (orang-orang shufiyah ini, peny.) dalam maqam yang paling tinggi dan ucapannya hampir seperti wahyu –Wallahul musta’an)
[7] mencari berkah baik di kuburan ataupun di tempat-tempat yang dikeramatkan dan ini termasuk kesyirikan yang nyata
[8] Baca kitab mereka yang berjudul Bahjatul qulub karya Muhammad Iqbal, salah seorang tokoh jama’ah tabligh, buku ini penuh dengan keanehan-keanehan, kesyirikan dan kebid’ahan yang sesat lagi menyesatkan.

Himpunan tabligh sedunia di Nilai, Malaysia

KHURUJ: CARA DAKWAH YANG BID’AH

Mereka begitu mencintai corak dakwah yang dinamakan khuruj ini, bahkan seolah-olah khuruj ini termasuk dalam bahagian yang tidak terpisah dari syariat Islam yang murni dan suci ini. Mereka telah mengotori manhaj dakwah nabi dengan memasukkan apa-apa yang bukan datang darinya. Mereka begitu mengagung-agungkan cara ini, sehinggakan jika ada di antara jama’ah yang disuruh memilih antara khuruj dan haji, maka mereka lebih rela memilih dan menyatakan keutamaan khuruj; sambil berhelah menyatakan, jika kita berhaji maka pahal dan kebaikannya adalah untuk kita sendiri sahaja. Namun jika kita melaksanakan khuruj maka pahala dan kebaikannya selain untuk diri kita, ia juga untuk manusia lainnya.

Bahkan mereka lebih memuliakan khuruj jika hendak dibandingkan dengan jihad fi sabilillah, sebab menurut mereka khuruj itulah jihad fi sabilillah. Mereka berdalil tentang disyariatkan khuruj ini dengan mimpi pendiri jama’ah tabligh, yakni Maulana Ilyas Al-Kandahlawi, yang bermimpi tentang tafsir Al-Qur’an Surat Ali Imran 110 yang berbunyi;

 “Kuntum khoiru ummatin UKHRIJAT linnasi …” mereka menafsirkan kata 'ukhrijat' dengan makna keluar untuk mengadakan perjalanan (siahah).

Benarlah bahawa ia tafsiran yang batil menyalahi hampir seluruh kitab tafsir ulama’ salaf dan khalaf. Malah mereka pun ketika khuruj dan berdakwah kepada ummat tanpa disertai oleh ilmu dan bashirah (hujjah yang nyata dan jelas). Mereka mengajak kaum muslimin untuk menegakkan solat namun mereka tidak mahu membahas permasalahan solat secara mendalam beserta hujjah dan dalilnya. Mereka tidak tahu bagaimana sifat solat rasulullah yang benar itu? Mereka hanya mengajak untuk mencontohi Rasulullah, sedangkan mereka tidak mengetahui sunnah-sunnah dan hadits Rasulullah. Sebaliknya, mereka pun tidak peduli entah apa yang mereka gunakan itu hadits dhaif atau maudhu’. Apa yang penting bagi mereka ia tetap sebuah hadis! 

Mereka telah menetapkan sesuatu syariat yang seharusnya menjadi hak Allah dan rasul-Nya. Mereka mengkhususkan bilangan jumlah hari dalam dakwah (dibaca: khuruj) secara tertentu tanpa ada keterangannya dari Rasulullah. Mereka menentukan bilangan hari dalam khuruj dengan bilangan yang tidak ada dasarnya sama sekali dari sunnah. Mereka menentukan bilangan hari khuruj selama 6 bulan, 3 bulan, 40 hari, 20 hari, 7 hari lalu seminggu. Suatu pengkhususan yang tidak berasas dan mendasar ke dalam manhaj dakwah Rasulullah saw.

Mereka begitu terdorong dan bersemangat mengikuti hadits Rasulullah yang menyatakan: “Balligu ‘anni walau aayah…” (Sampaikan dariku walau satu ayat…). Namun mereka melupakan kata ‘annii (dariku, yakni dari Rasulullah), yang seharusnya mereka menyampaikan ayat yang telah benar-benar nyata dari baginda. Mereka juga lupa akan ayat Allah yang berbunyi : “Katakanlah (wahai Muhammad): Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajakmu kepada Allah atas bashiroh (hujjah yang nyata)”  -  surah Yusuf: 108.

Di mana mereka seharusnya menyeru kepada Islam di atas hujjah yang nyata!

Khuruj yang dilakukan jama’ah tabligh yang mereka tentukan jumlah hari yang pada hakikatnya tidak pernah menjadi amalan generasi para salaf dan khalaf. Apa yang menghairankan adalah mereka keluar untuk tabligh (menyampaikan Islam) namun mereka mengakui bahwa mereka tidak layak untuk tabligh dan bukan ahlinya pula.

Tabligh seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan ilmu yang mendasar seperti yang dilakukan oleh Rasulullah. Baginda telah mengutuskan delegasinya yang terdiri dari para sahabat alim yang mengajarkan Islam kepada ummatnya. Baginda mengutuskan Ali bin Abi Thalib, Mu’adz bin Jabal, dan selainnya seorang diri, tidak pernah beliau mengutus serombongan sahabat lain untuk menyertai individu-individu utusan rasul tersebut.

Oleh sebab itu kami menasihati jama’ah tabligh untuk lebih memperdalami ilmu agama ini. Mengenai ucapan mereka dari kalangan Jama’ah Tabligh yang menyatakan; “Lihatlah para sahabat, mereka berasal dari Mekah, ada yang berasal dari Madinah. Namun kuburan-kuburan mereka tersebar, ada yang dikuburkan di negeri Bukhara, di negeri Samarkhand, dalam negeri Andalusia…” maka sungguh mereka salah meletakkan ucapan yang menqiaskan apa yang dilakukan oleh para sahabat itu sebagai khuruj ala tablighi. Namun adalah mereka, para sahabat –Ridhwanullah ‘alaihim ajma’in- mereka keluar adalah dalam rangka jihad fi sabilillah.


Anggota tabligh!

KEANEHAN KITAB TABLIGHI NISHAB/ FADHAILUL ‘AMAL

Sungguh, mereka benar-benar telah menjadikan 2 kitab tulisan tokoh mereka yakni Tablighi Nishab[9] yang ditulis oleh Maulana Zakaria al-Kandahlawy dan Hayatus-Shahabah yang ditulis oleh Maulana Yusuf al-Kandahlawy, sebagaimana 2 kitab syaikhani[10]. Padahal 2 kitab yang mereka jadikan rujukan utama, yang sentiasa mereka baca di setiap waktu, yang mereka cintai, yang selalu mereka bawa ke mana-mana itu adalah kitab yang sesat lagi menyesatkan. Di dalamnya bercampur di antara hadits shahih dengan hadits dhaif, maudhu’, dan laa ashla lahu, yang di dalamnya terkumpul bid’ah, syirik, khurafat, dongeng, mitos, dan kesesatan lainnya[11].

Nota kaki;
[9] Atau dikenal dengan Fadhailul ‘amal. Nama fadhailul ‘amal ini diambil sebagai usaha pentalbisan dengan mengangkat kebolehan penggunaan hujjah hadits dhaif dalam fadhilah ‘amal (amalan fadhilah). Namun mereka melupakan syarat-syarat bolehnya hadits dhoif digunakan sebagai fadhilah amal, lebih jauh lagi kitab ini bukan hanya mengangkat hadits dhoif sahaja, tetapi juga segala yang maudhu’, hikayat, dan segala dongeng-dongeng palsu.
[10] iaitu Bukhari Muslim, wallahu a’lam.
[11] Akan menyusul contoh-contohnya dalam risalah ini.

Namun, begitu taqlidnya mereka, begitu husnudh-dhon sehingga mereka biarkan kesesatan itu tetap ada di dalam kitab. Malah mereka tidak redha dan tidak rela kitab mereka itu dibersihkan dari kesesatan ini. Mereka tetap mahukan kitab itu seperti apa yang ada padanya sebagaimana asal ditulis oleh penulisnya. Mereka tidak sedar bahawa penulis kedua-dua kitab itu bukan ma’sum, namun mereka tetap tidak mengindahkannya. Mungkin mereka menganggap seolah-olah penulis dua kitab itu bagaikan wali yang ma’sum. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka. Amin. 

Sungguh, telah banyak para ulama’ pencinta kebenaran yang membetulkan kitab-kitab semacam ini. Mereka telah berusaha membuang dan membersihkan agama dari kotoran, yang berusaha memelihara kemurnian agama ini, yang berusaha memerangi para ahli bid’ah dan kebid’ahannya. Namun, usaha mereka itu tidaklah mendapatkan tempat bagi orang-orang yang cinta akan kesesatan dan bid’ah.


Di antara kesesatan kitab itu adalah;

Tablighi Nishab mencampurkan hadits-hadits maudhu' dan dhoif

1. Dalam Fadha’iludz Dzikir, hal. 96

Diriwayatkan dari Umar, Rasulullah saw bersabda: “Manakala nabi Adam ‘alahi salam melakukan perbuatan dosa, ia mengetengadahkan kepala ke langit seraya berkata : ‘Ya Rabb, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan Muhammad, ampunilah dosaku.’ Maka Allah menurunkan wahyu dari ‘arsy. Lalu Adam berkata: ‘Maha suci nama-Mu, tatkala Kau menciptaku, aku mengetengadahkan kepalaku ke arah arsy, ternyata tertulis padanya, Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah. Maka aku mengetahui bahwa tak seorangpun yang lebih mulia martabatnya di sisi-Mu daripada orang yang telah engkau jadikan beriringan dengan nama-Mu.’ Lalu Allah berfirman kepada Adam: "Wahai Adam, sesunggunya Muhammad itu nabi terakhir dan termasuk anak cucumu, seandainya Muhammad tidak diciptakan maka Aku tidak menciptamu.” (Tablighi Nishab, bab Fadhailudz Dzikir, hal 96.)

Keterangan: Hadits di atas adalah hadits maudhu’ dalam Al-Maudhu’at Al-Kabir. Perawi-perawi dalam hadits di atas majhul (tidak dikenali).

2. Dalam Fadha’iludz Dzikir, hal. 109-110

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata, bersabda Rasulullah: ‘Barangsiapa menziarahi kuburanku, maka wajib atasnya syafatku.’ (Tablighi Nishab, Bab Fadha’iludz Dzikir, hal. 109-110)

Keterangan: Hadits di atas hadits maudhu’, lihat Dhaiful Jami’ no 5618.

3. Dalam Fadha’ilul Haj, hal. 101

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang menziarahiku setelah wafat maka ia laksana menziarahiku sewaktu aku hidup.” Berkata penulis: Diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Daruquthni dan Baihaqi. Baihaqi menyatakan Hadits ini dhaif dalam Al Ittihaf. Berdasarkan riwayat Imam Baihaqi dalam Al-Misyqat disebutkan, “Siapa yang melakukan haji dan menziarahi kuburanku, maka ia seperti menziarahiku sewaktu aku hidup.” Berkata penulis: Al-Muwaffiq dalam Al-Mughni menjadikan hadits ini sebagai dalil terhadap keutamaan ziarah ke makam nabi. (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilul Haj, hal 101)

Keterangan: Hadits di atas maudhu’ dalam Dha’iful Jami’ no 5563

Inilah sekelumit di antara kandungan hadits-hadits maudhu’ dalam Tablighi Nishab, yang masih sangat banyak lagi di dalamnya yang harus dibersihkan dan dibuang jauh-jauh. Rasulullah saw bersabda dalam haditsnya yang mutawattir: “Barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja maka persiapkan duduknya di atas neraka”, termasuk berdusta atas nama nabi yakni menyampaikan kepada ummat apa-apa yang bukan dari beliau namun disandarkan terhadap beliau. Ia termasuk menyampaikan atau menggunakan hadits maudhu’, dan telah sepakat ummat ini bahwa hadits maudhu’ tidak dapat dijadikan hujjah atau dalil.


Tablighi Nishab berisi khurafat, hikayat dan dongeng

Muhammad Zakaria al-Kandahlawy – semoga Allah mengampuninya- di dalam bukunya Tablighi Nishab telah merangkumkan khurafat, bid’ah, mitos dan hikayat-hikayat yang memekakkan telinga dan jauh dari khudrat dan tidak bisa dibenarkan oleh akal yang sehat. Rujukan yang dipegangnya tidak dapat dipercayai dan dia menukil dari pengarang yang tidak mendapatkan legitimasi para ulama’.

Di antara kisah-kisah tersebut adalah;

1. Dalam Fadhailul Haj, hal 137-138, akhir bab IX, hikayat ke-13 Dinukil dari As-Suyuthi dalam kitab Al-Hawi bahawa Sa’id Ahmad Ar-Rifa’I berziarah ke makam Nabi setelah haji pada tahun 555H. Dia melagukan dua bait syair sebagai berikut;

Dalam hal yang jauh, ruhku kulepaskan….
Bumi menerima dariku, kerana ia wakilku…
Inilah kerajaan khayalan yang aku hadiri…
Maka ulurkan tangan kananmu agar terengkuh oleh bibirku…

Lalu tangan Nabi saw yang diberkati itu keluar dari makamnya yang mulia dan Ar-Rifa’i pun mencium tangan baginda.

Penulisnya menambahkan dalam kitab Al-Bunyan Al-Masyid, “...ada 90 ribu orang yang menyaksikan hal itu. Mereka adalah peziarah makam Nabi. Di antara peziarah itu adalah Syaikh Abdul Qodir al-Jailani.” (Tablighi Anishab, bab Fadhailul Haj, hal 137-138, akhir bab IX, hikayat 13)

2. Dalam Fadha’ilul Haj, hal 133

Syaikh Abu Khair Al-Aqtha’ berkata, “Aku merasa lapar kerana selama 5 hari aku belum makan. Lalu aku berziarah dan ketiduran setelah aku membaca salawat kepada Nabi di sisi makamnya. Aku bermimpi Nabi saw datang bersama Syaikhani dan Ali r.a. Kemudian baginda memberi aku sepotong roti. Aku makan roti itu setengahnya, ketika aku terbangun, aku melihat setengah roti sisanya masih ada di tanganku.” (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilul Haj, hal 133)

3. Dalam Fadahilul hajj, hal 141

Syaikh Syamsuddin, ketua Khadamul haram An-Nabawi berkata: “Satu jama’ah dari Aleppo menyuap gabenor Madinnah agar mereka diizinkan membongkar makam Syaikhani dan mengambil jasad keduanya. Maka ketika itu datanglah 40 orang lelaki membawa cangkul pada malam harinya. Keempat puluh orang itu iba-tiba saja hilang ditelan bumi. Setelah itu gabenor Madinah berkata, ‘Janganlah kau sebarkan hal ini, atau aku akan memenggal kepalamu.” (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilul Haj, hal 141)

4. Dalam Fadha’ilul Haj, hal 87

Syaikh Zakaria berkata, “Dinukil dari beberapa syaikh, bahawa seorang syaikh yang tinggal di negeri Khurasan lebih dekat ke Ka’bah kerana dia selalu bersentuhan dengan Ka’bah jika dibandingkan dengan orang-orang yang selalu bertawaf di Ka’bah. Bahkan terkadang Ka’bah itu datang mengunjunginya.” (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilul Haj, hal 87)

5. Dalam Fadhailush Shadaqah, hal. 588.

Ada dikisahkan: Syaikh Zakaria mengerjakan solat sebanyak 1000 raka’at dengan berdiri. Apabila dia merasa lelah, maka dia sholat dengan duduk sebanyak 1000 raka’at. (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilush Shadaqah, hal 588)

6. Dalam Fadha’ilul Qur’an, hal. 15.

Ada diceritakan bahawa: Ibnu Katib mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari sebanyak 8 kali.

7. Dalam Fadhailul Haj, hal. 218.

Ada diceritakan bahawa: Nabi Khidr mengerjakan solat subuh di Mekah dan duduk di rukun syami sampai terbit matahari, kemudian solat zuhur di Madinah, solat asar di Baitul Maqdis dan solat Maghrib dan Isya’ di Al-Iskandari.

8. Dalam Fadha’ilush Shadaqah hal. 588.

Ada diceritakan bahawa: Abu Muhammad Al Jurairi melaksanaknan I’tikaf di Mekah selama setahun penuh, tidak tidur tidak pula bersandar di dinding atau tiang.

9. Dalam Fadhailul Hajj, hal 135

Seseorang bertanya kepada Nabi Khidr, “Apakah kamu melihat seseorang yang lebih mulia daripada dirimu?” Maka menjawab Nabi Khidir, “Pada suatu ketika aku berada di dalam masjid Muhammad (di Madinah). Pada waktu itu Imam Abdurrazaq sedang mengajari jama’ah tentang hadits Nabi, maka aku melihat seorang pemuda duduk sendiri di pojok masjid sambil meletakkan kepalanya di atas kedua lututnya. Aku bertanya padanya, ‘Mengapa kau tidak mengikuti majlis Abdurrazaq dan mendengarkan hadits-hadits Nabawi’. Dia menjawab, ‘Di sana jama’ah mendengarkan pengajian dari Abdurrarzaq, namun di sini ada seorang sendirian mendengarkan pelajaran Abdurrazaq tanpa ada orang lain.’ Kemudian Nabi Khidr berkata, ‘Jika benar demikian maka katakanlah siapakah aku ini?’ Dia menjawab ‘Kamu adalah nabi Khidr’. Nabi Khidr berkata. ‘...dengan demikian aku mengetahui bahawa ada sebahagian wali Allah yang tidak aku ketahui disebabkan ketinggian darjatnya.” (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilul Hajj, hal 135)

Banyak lagi hikayat lainnya di samping dongeng di atas, yang berselerak di dalamnya mitos, kebatilan, khurafat dan bid’ah. Apakah gerangan yang diinginkan oleh pengarang buku tersebut dengan memuatkan segala malapetaka itu? Bagaimana mungkin Jama’ah Tabligh menerima sesuatu yang rasanya pahit ini? Bagaimanakah sikap ulama’ mereka terhadap bahaya sufistik ini?

Apakah ada yang bisa menjawab? Hanya Allah lah tempat mengadu!

Kenyataan ulama-ulama sunnah tentang Jama'ah Tabligh

Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashrudin Al-Albani –Rahimahullah- dalam fatwa Al-Imarotiyah hal. 30 ketika ditanya tentang jama’ah tabligh, beliau memberikan jawaban:

“Dakwah Jama’ah Tabligh adalah sufi masa kini (shufiyyah ashriyyah) yang tidak berpijak kepada kitabullah dan sunnah Rasul-Nya…”

• Fatwa terakhir Samahatusy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim ‘alu Syaikh –Rahimahullah- :

“Saya jelaskan bahwa jam’iyyah ini (jama’ah tabligh, peny.) adalah jam’iyah yang tidak ada kebaikan padanya. Sebab itu jam’iyah ini adalah bid’ah lagi sesat menyesatkan.” (fatwa Syaikh Ibrahim, hal. 405 tanggal 29/1/82 H)

• Fatwa terakhir Al-Allamah Samahatusy-Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baaz –Rahimahullah-,

Ketika beliau ditanya mengenai jama’ah tabligh, lalumenjawab: “…Jama’ah Tabligh dari India yang sudah dikenal ini terdapat khurafat, bid’ah dan syirik pada mereka…” (fatwa terakhir Syaikh bin Bazz dikutip dari kaset Ta’qib Samahatusy-Syaikh Abdul Aziz bin Bazz ‘ala Nadwah.)

• Syaikh Hammud bin Abdullah At-Tuwaijiri –Rahimahullah- ketika ditanya tentang jama’ah tabligh, beliau menjawab secara terperinci dalam Al-Qoul Al-Baligh fi ar-Roddi ‘ala jama’atit tabligh yang intinya adalah:

“Saya katakan bahawa jama’ah tabligh itu kelompok yang sesat lagi bid’ah. Mereka tidaklah mengikuti jalan yang telah ditempuh Rasulullah dan sahabatnya, juga para tabi’in. Akan tetapi mereka mengikuti cara sufiyyah yang bid’ah…”

• Syaikh Ali Hasan ketika ditanya mengenai kebaikan jama’ah tabligh kerana banyaknya pemuda yang masuk Islam melalui dakwah mereka, dia menjawab:

“Perkataan itu benar namun kurang! Benar jama’ah tabligh menda’wahi banyak manusia dimana menghasilkan orang yang dahulunya berandalan sekarang bertaubat, tetapi sebagaimana pendapat ulama’, bahwasanya hidayah itu ada dua, yakni hidayah ‘ila thariq (ke jalan) dan hidayah fi thariq (di jalan). Ya... memang jama’ah tabligh ini mendakwahi manusia ‘ila thariq, tapi mereka tidak berdakwah fi thariq. Bagaimana tidak, aqidah mereka saja hancur! Mereka mengatakan dalam kitab mereka yang masyhur Tablighi Nishab yang penuh dengan khurafat serta penyimpangan-penyimpangan…” (kaset muhadharah Syaikh Ali berjudul Manhaj as-Salaf).

• Fatwa Lajnah Al-fatawa fi idaratil Buhuts al-ilmiyyah wal ifta’ wad da’wah wal irsyad, menyatakan: “Jama’ah Tabligh sangat berlebihan dalam hal-hal negatif dan generalisasi terhadap suatu masalah. Jama’ah tabligh tidak jelas mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah dalam berdakwah sampai dengan perincian prinsip-prinsip syariat Islam dan cabang-cabang hukumnya…” (dinukil oleh Ust. Falih Nafi’ dalam kitabnya Ad-Diinun-Nashiihah hal 17-1

Nasihat bagi Jama'ah Tabligh

Kami ingin menasihatkan jama’ah tabligh dan orang-orang yang bersimpati pada dakwah mereka, termasuk orang-orang yang mengabaikan ukhuwwah dan tidak menegakkan asas saling menasihati dengan membiarkan kebatilan dan kesalahan seperti ini dipendam dengan tujuan menjaga ukhuwwah dan supaya ummat tidak terpecah belah, agar:

i). Bertaqwa kepada Allah, takut akan siksa-Nya dan azab-Nya. Menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya dan meninggalkan segala hal yang mengakibatkan murka-Nya.

ii). Bertaubat kepada Allah akan kesalahan-kesalahan kita, berjanji tidak akan mengulanginya, dan meninggalkan segala pemahaman-pemahaman sesat dan salah yang selama ini kita pegang.

iii). Menuntut ilmu agama yang syar’i selaras dengan pemahaman salaf ash-sholih, mengamalkannya, mendakwahkannya dan sabar dalam memeliharanya.

iv). Sentiasa menegakkan asas nasihat-menasihati dan tolong menolong dalam kebenaran dan ketaqwaan.

.

38 Responses
  1. azharjaafar Says:

    semoga Allah ampunkan penulis & penyebar rencana ini kerana fitnah yang dahsyat..


  2. setakat cakap je itu salah..ini salah. cuba la berdoa dengan ALLAH swt... "berilah aku dapat ikut usaha tabligh ni..jika ia BENAR...aminn"


  3. Anonymous Says:

    ahli bid'ah selalu bicara bid'ah.. padahal dirinya sendiri yang telah terjerumus dalam kebid'ahan yang sangat dalam.. sehingga sesat dan menyesatkan orang lain.. tobatlah para salafi


  4. mohd ishak Says:

    salam..
    tuan..sepanjang saya ikut usha ini,tak pernah saya rasa sesuatu yang pelik,lagi pun kalau tuan kata jemaah ini batil,kenapa Allah tak hancurkan saja dari dulu sebagaimana Allah hancurkan ajaran sesat yang lain..saya harap tuan dapat fikir-fikir kan..


  5. Anonymous Says:

    Salam,

    kepada azharjaafar,zamieza,anonymous dan mohd ishak.

    Jgnlah anda terlalu taksub dgn tabligh.JT adalah satu jemaah yg dianggotai oleh manusia yg tak pernah sunyi drp berbuat dosa.

    JT tidak maksum maka ia terdedah kpd dosa dan kesalahan.Jadi berlapang dadalah terima teguran dan berusaha utk perbaiki.

    Bukannya memaki,sumpah-seranah,keluar kata-kata cercaan kpd pengkritik.

    sekiranya tuduhan itu fitnah sila nyatakan apa betul.hujjah lawan dengan hujjah.baru adil.

    kalau saya jadi karkun tabligh,bila ada tuduhan ahli tabligh berfahaman sekular(faham politik suku agama suku)maka saya SETUJU SEBAB DLM TABLIGH ADA ORG UMNO!!

    bila ada tuduhan karkun tabligh golongan yang TAKSUB BUTA TULI maka saya SETUJU SEBAB MEREKA HANYA BACA KITAB MAULANA MEREKA SHJ.kitab ulama muktabar yg lain berlambak mereka tak pernah baca.

    bila ada tuduhan mengatakan karkun tabligh majoritinya jahil agama maka saya SETUJU SEBAB saya pernah berdebat dgn 2 org karkun serentak.banyak soalan saya ttg agama yang mereka tak boleh jawab.

    jadi kesimpulannya TAK SEMUA TUDUHAN ITU FITNAH BAHKAN BANYAK YG BETUL SEBAB MAKLUMAT TTG TABLIGH DGN MUDAH BOLEH DIDAPATI DLM BLOG2 KARKUN YG BERLAMABK DI INTERNET ZAMAN KINI.



    http://jamaluddinab.blogspot.com/2011/02/peringatan-sebelum-membaca-artikel.html


  6. Bukan JT tidak membaca kitab lain.
    Siapa kata JT tidak membaca kitab lain?
    Kami baca sahih bukhori
    Kami baca ridayatussolihin
    Kami baca Kitab Imam Ghazali
    Kami baca kitab Imam Nawawi
    Kami baca kitab Tanbighul Ghofilin
    dan banyak lagi kami rujuk kitab untuk keluar 3H, 40H dan 4 Bulan.

    Kami diajar jangan sesatkan jemaah lain.
    Kami diajar muliakan semua ustaz2, orang2 alim, dan ulama'2 walaupun mereka tak suka JT

    Kami dalam JT tak pernah kata diri kami JT, sebab JT orang yang bagi nama, di USA, mereka pggl 6 point members. Di Yaman, mereka panggil Tentera ALLAH. Di Chile, mereka pggl JT Jemaah Bayangan Nabi..

    Kami di ajar bersangka baik dengan semua orang, bukan cari salah orang..
    Kami di ajar solat 5 waktu berjemaah, di mana azan di laungkan.
    Kami di ajar supaya berakhlak baik terhadap non-muslim, sangka baik dengan muslim
    Orang alim dan ulama2 serta ustaz JT pergi dakwah paderi, pendeta, sami dsb. Kami orang awam tak cukup dalil dan berhujah

    Kami di ajar waktu keluar, bila ada ustaz mengajar, duduk dengar ilmu.

    JT ajar kami segala perkara baik.
    Aku dulu benci JT, aku solat dirumah, aku bercampur dengan wanita tanpa batas. Alhamdulillah, ALLAH pelihara aku dari zina.

    Bila aku saja2 ikut JT, alhamdulillah, ALLAH bagi aku faham apa itu JT.

    JT ajar aku, kuatkan iman bila bangun suboh. JT ajar aku tundukkan pandangan terhadapm wanita ajnabi, walau dia berpurdah.

    Banyak perkara baik dalam JT.


  7. k izur Says:

    Takpelah orang tak suka dengan jemaah tabligh kerana hidayah datang daripada Allah swt. Kita berjuang bukan kerana JT tapi kerana Allah, kerana ingin memperbaiki iman dan amalan kita. Semoga Allah memilih kita dan mereka yang tak paham tentang usaha ini untuk buat usaha atas iman.


  8. Anonymous Says:

    kalau tgok zahir penulis pon kita tak dpt bezakan samada dia yahudi ke nasoro, ke muslim...maaf ye pak...sunnah dari hujung rambut sampai hujung kaki..itu kumis kena potong...janggut biar simpan...


  9. Muneer Says:

    Jemaah arab je yg baca kitab riyadusssihin. Kenapa JT kat malaysia tak baca kitab riyadussolihin. Nak kena tunggu kelulusan dari Nizamuddin ke baru nakleh baca.
    Kenapa jemaah arab tolak kitab fadhail amal? kenapa? kenapa?kenapa?..jawapannya hanya satu..dalamnya ada hadis maudhuk dan Daif terutama dalam dalam keterangan hadis.
    Kenapa walaupun dah tau dalam fadhail amal ada hadis palsu dan jemaah arab pun tak mau kitab tu..tapi JT kat malaysia masih jatuh cinta ngan kitab tu..
    Maulana Zakariya rah. ulama. Beliau tidak maksum. Takda manusia tidak melakukan kesalahan. KItab ruyadussolihin (An Nawawi rah.)selamat dari hadis palsu, cerita dongeng ahli sui dsbnya.jauh lebih tinggi martabatnya dari kitab fadhail amal.


  10. Anonymous Says:

    Asw, alhamdulillah, semakin hari semakin banyak yang memperhatikan para jemaah yang ingin memperbaiki imannya(jemaah tabligh). Kami sangat senang para ulama yang sangat mafhun dengan ilmu agama mau memperhatikan kami yang masih belajar dalam bidang agama. Kami memang orang2 yang sangat kurang dalam ilmu agama, oleh karenanya kami mengikuti dan selalu belajar dengan kelompok2 yang peduli dengan perbaikan iman kami. Dan kami menyadari bahwa kami sangat mengharapkan para ulama yang merasa sudah mafhun dgn ilmu agama untuk bernagi ilmunya dengan kami. Kami akan menerima dengan senang hati dan bersama - sama kami berusaha memperbaiki iman secara ihklas karena allah. Kami ingin dan selalu berusaha mendatangi para ulama yg mafhun dalam setiap khuruj kami dengan tanpa memandang dari madzhap dan golongan, karena kami yakin para ulama telah belajar ilmu agama islam dari berbagai sumber yang diyakini kebenarannya. Kami selalu khusnudzon dengan siapapun dan tidak pernah merasa lebih baik dari orang dan kelompok lain. Sehingga kami selalu mengharapkan kepada para ulama yg sudah tinggi ilmu agamanya tuk peduli pada kami dengan ikut mengajari dan menuntun kami secara total, bukan hanya kulitnya saja seperti yang selama ini kami di ajari oleh para ulama ataupun para kelompok yang tidak sepaham dengan belajar iman kami. Kami yakin partisipasi para ulama dan para kelompok yang sudah memperhatikan kami akan jauh lebih bermanfaat serta mempercepat peningkatan kualitas iman kami. Sudah banyak sekali para ulama kiai dan ilmuwan agama islam ataupun di luar islam yang ketika memahami hausnya kami dalam meningkatkan iman sangat bermanfaa bagi kami. Insya allah kesatuan dalam setiap hal akan semakin memperkokoh dalam ukuah islamiah. Semoga allah selalu meridhoi setiap niat suci kita amiiin.


  11. Sayang Nabi Muhammad s.a.w. Says:

    harap Encik Elias Hj Idris cepat-cepat melakukan solat taubat. tak perlu nak dibanggakan apa sekali pangkat yang kita ada jika diri sendiri sebagai novelis tetapi menulis hal yang salah APATAH LAGI MENYEBARKAN FITNAH! Masya Allah. semoga Allah memberi keampunan kepada Encik Elias. segeralah bertaubat!


  12. Anonymous Says:

    kepada semua yg membela tabligh secara membuta tuli sila sanggah info di link ini:

    http://urusanulama-hl.blogspot.com/2012/05/persamaan-tabligh-dengan-khawarij.html


  13. Anonymous Says:

    Kpd penulis rencana ini:

    Adakah tuan yakin yg tuan tulis ini adalah benar dan bukan fitnah?
    Adakah tuan menyelidik sendiri atau mengambil dari kata2 individu2 tertentu?

    Secara reality saya bukan JT. Saya hanya pernah keluar 3 hari 19 tahun lalu. Kemudian bergelumung dgn dunia sehingga skrg. Tapi saya tahu tentang fitnah dan cerita yg diada2kan itu.

    Tentang buku atau kitab2 yg menjadi rujukan JT yg dikatakan sesat itu. Buku atau kitab keluaran baru yang diterjemahkan oleh orang2 yang benar2 arif bahasa urdu dan berilmu, ada yg telah pun diterbitkan pada pertengahan 2012. Bolehlah dapatkan dan bandingkan dgn versi lama.
    Saya dgn membuta-tuli telahpun menyoal orang kuat Sri Petaling, bkn terus tulis diblog2.

    Alangkah baiknya sekiranya semua yg berilmu agama tinggi dapat sama2 mengetuk pintu rumah dan bercerita tentang keindahan Islam. Dan mengajak org ramai dtg ke masjid atau kuliah. Tuan2 yg sepatutnya lbh dihadapan.

    Alang kah baiknya jika ustaz yg kita jemput untuk beri ceramah di Masjid kita dengan bayaran itu datang lebih awal dan pusing keliling kampung dgn AJK Masjid dan mengetuk pintu2 dan memberitahu tentang ceramahnya pada mlm itu.

    Apa gunanya bertengkar. Masing2 ada. perjuangan agama sendiri.

    Kalau tuduh khawarij, saya dan kita bersifat khawarij yg menganggap kita yg betul sepertimana Khawarij asal yang menganggap Ali bin Abi Talib A.S dan Muawiyah bin Abu Sufyan salah dan mereka yg betul.

    wassalam,


  14. Sila laporkan pada pihak polis dan jabatan agama untuk bubarkan "Usaha atas iman ini."

    Ini lah orang kata apa manusia tak tahu bersyukur. Ramai anak2 muda dulu hayut berpeleseran sekarang orang2 yang sama telah berjinak2 dengan Quran dan Masjid yang mana ketika itu ustaz2, pak2 lebai hanya berpuas hati berulang alik ke masjid tanpa peduli pun golongan2 hanyut ini. Sekarang mereka pula nak perlecehkan orang2 yang telah banyak bersusah payah untuk agama ini.

    Cakap semua orang boleh cakap. Pernah ikut tak buat usaha ini? Pernah ker berdiri di depan rumah orang menceritakan tentang keagungan ALLAH s.w.t? Ustaz yang hanya tahu kondem tu ada berani ker pergi dengan kasih sayang ke rumah orang pujuk rayu datang pada agama?

    Kat masjid bolehlah berlagak sebab kat masjid dah tentu orang nak dengar tapi kalau pi rumah orang silap boleh kena penampar, kena ludah, kena maki. Sendiri tak mampu buat jangan hanyu tahu komplen saja. Datanglah join sama2 bantu. Jangan jadi tong ksong saja....


  15. Anonymous Says:

    saya punya syor la, x yah gado2 n x yah nk terang panjang lebar. jom join khuruj 3 hari sempurna. tengok apa kita blaja dalam 3 hari itu. nk lagi best, kluar dgn ust2. baru tau kita ini hina dan lemah..insyaAllah, ikut khuruj 3 hari, kefahaman hanya dari Allah.


  16. Anonymous Says:

    Tgk muka pun da tak ada Sunnah nabi..
    Pastu kalut nk komen JT ikut Sunnah Nabi..misai tu kasi potong simpan janggut dulu...


  17. Anonymous Says:

    Ade misai takde janggot itu kucing namanyer.
    Ade janggot takde misai itu kambing gelonyer.
    Takde misai takde janggot ape pulok minate'nyer?
    Ade misai ade janggot Sunnah Nabi ikutan kita..


  18. Anonymous Says:

    SEMOGA ALLAH SWT MENGAMPUNI DAN MEMBERIKAN HIDAYAH KEPADA YANG MENULIS ARTIKEL INI,,,

    ALLAH SWT PALING TIDAK MENYUKAI KEPADA ORANG YANG SOMBONG DAN ANGKUH AKAN ILMU2NYA, DAN MERASA DIRINYA PALING BENAR, KARENA SIFAT KESOMBONGAN HANYALAH MILIK ALLAH SWT,,,,,RASULULLAH SAW ADALAH PANUTAN KITA, DAN AKHLAK BELIAU SANGATLAH MULIA....AMIEN2


  19. Anonymous Says:

    Pok Pok Pok...
    Ada bini Tabligh Bujang Lapok,
    Ada mancis tiada rokok,
    Tayar kempis tolak habok,
    Jalan kaki gendong periok...

    *Jalan yg mana tolonglah tunjuk,
    Jalan luros jangan belok2,
    Semua dah penat berpeloh terbatuk2,
    Bau asyem ketiak sapa ada busyuk?
    Hahaha... ketiak Tabligh ada busyuk...

    Janganlah marah Abe Tabligh..
    Aye kot2 comaan gurauan aja...
    Teruskan segera perjalanan,
    Balik satu lagi pengembaraan,
    Aye dirumah siap berginchu,
    La ni dok dah lama menunggu..

    ...Peace =_= Wassalam...


  20. ummihanif Says:

    Subhanallah apa yg diuraikan pd literatur diatas , wallahi demikianlah sebenarnya jamaah tablig.Inilah kesalahan kami terbesar : baik sangka yg keblabasan,kami pikir tak mungkin ada yg berani dusta atas nama agama.
    kami “pernah” ikut andil dlm jt, berharap dapat mengetahui bagaimana beribadah yang benar sesuai Sunnah Rasulullah, kami ikut JT.
    Suami tiap th khuruj 4 bln IPB (7 kali) ,hidmat di Nizamudin , 4 bln negri jauh (Amerika). Masturoh 2 bln ke IP , dibai’at di Nizamudin.
    Makin banyak syubhat yg saya dapatkan ,saya tanya disurat apa atau dihadist mana perintah khuruj itu ? bukannya jawaban yg kami dapatkan tapi kemarahan. Syubhat 2 yg sampai detik ini belum ada jawaban dari jt :
    Kami perpaling kpd salafy yg mrk begitu alergi. Subhanallah syubhat-2 selama ini terjawab sudah .Disini kami menemukan apa yg selama ini kami cari Alhamdulillah !!!!!
    Insya Allah bukan maksud kami mencela apalagi memvonis tapi ini hanya sekedar risau kami khususnya para karkun apalagi yg jos .waktu kita makin sempit padahal kita harus mempertanggung jawabkan semua yg telah kita lakukan kepada Allah .jadi alangkah bijaksananya jika sebelum beramal dan berkata kita cari ilmunya dulu .pastaskah kita berkata menurut saya ???lalu siapa saya ini????? takutlah pd Allah dan salah satu tandanya kita menuntut ilmu
    Apakah kita tega untuk menyatakan sesat orang yg memang telah disesatkan oleh para ulama kaum muslimin ?? apakah kita tetap lebih mendahulukan “perasaan kita” dr pd “ilmu” yg menerangkan siapa mereka sebenarnya??.Apakah kita ragu untuk membela Agama Allah dari kerusakkan yg mereka lakukan??Ataukah kita malah menyalahkan orang yg menerangkan tentang kesesatan mereka??
    Yuuuu belajar masalah agama,masalah tauhid,syirik,sunnah ,bid’ah ,sirah nabawiyah yg shahih dst .
    semoga Allah memberikan hidayah kepada kita .semoga Allah mengampuni kita dan menuntun kita diatas Al-Haq
    Wallahi tidak ada niat kami selain mengingatkan kami dan juga anda sekalian jangan sampai sesat dan menyesatkan


  21. Anonymous Says:

    SIFAT KENABIAN 4 PERKARA : SIDDIQ, AMANAH, TABLIGH, FATANAH.... Jalan2 menuju keredhoaan Allah ada banyak jalan bermacam berbagei2nya jalan. Ilmu Allah Maha Luas ngak bisa tergali2kan. Cara2 jalan mendekat diri dgn Tuhan bukan satu jalan, terbuka luas banyaknya jalan.. Maka jalan Nabi SAW itulah satu idola ikutan.... Ada jalan atas ada jalan bawah orang berjalan. Ada jalan kanan ada jalan kiri orang berjalan. Ada jalan belakang ada jalan depan orang berjalan. Ada jalan jauh ada jalan dekat jalan pintas orang berjalan. Ada panjangnya jauhnya jalan ada berliku2 memeningkan orang berjalan...

    Ada jalan Para Sufi ada jalan Tareqat cara2 orang berjalan. Ada orang mengembara berjalan bersama badan jasmaninya serta bawa segala keperluan turut sama berjalan. Ada orang mengembara berjalan namun badan jasmaninya tetap disitu ngak berjalan. Ada satu jalan yg ngak ada berlawanan, dibilang jalan tengah orang berjalan. Walo banyak jalan cara2 orang berjalan, namun hala tuju mereka tetap satu matalamat tujuan...

    Ikutlah apa jua jalan asalkan jalan itu warisan laluan yg pernah Nabi Muhammad SAW telah lakukan. Walo cumaan satu sifat Nabi yaitu Tabligh itu permulaan, namun dgn sendirinya 3 sifat Kenabian itu Siddiq, Amanah dan Fatanah akan ikut turut berturutan... Setelah itu sesuaikan dgn ketahanan yg ampunya badan karna jauh lamanya berjalan. Serta sempurnakan orang yg ditinggalkan dgn lengkap bekalan. Biar dikatakan orang kamu tersesat jalan. Namun hanya Allah jua bisa Maha Mengetahui niat iklas pengorbanan dan tujuan...

    Cara pengorbanan Jemaah Tabligh itu satu toladan. Walo ngak sesuai dgn selera kita jangan cemohkan. Mereka sanggup melawan kehendak badan mahu selesa kemudahan, melawan nafsu serakah berlebeh2an hadapi cabaran hidup penuh kesusahan. Mudah2an kesatuan Ummah Islam dgn adanya Jemaah Tabligh menjadi salah satu kekuatan, karna Akhir Zaman sedang mendatang penuh cabaran peritnya ujian tenggelam dilanda Fitnah Akhir Zaman. Ngak ada kejayaan melainkan ada itu pengorbanan... Jemaah Tabligh is aka "Sagittarius the Acher". They are the Pilgrimers or the Travellers to the Holy Lands...


  22. syamsyul Says:

    salam,

    JT tidaklah sesat dari akidahnya hanya kerana beberapa perkara yg tidak dipersetujui oleh golongan wahabi atau pendokong albani sprti tawassul dn lain-lainnya. Penulis telahpun menyatakan bahawa JT ini berkembang dari tarikat Jistiah yang diakui antara tarikat muktabar yang ada.

    Cumanya, dari segi pendekatan perjalanan dakwah bagi saya masih ada ruang untuk dipertingkatkan. Mulalah sepertimana yang telah allah mulakan. Guru saya menghuraiakan ayat ini dengan menagatakan bermula jemaah itu dengan ilmu tauhid dan seiring dengan pemantapan feqah dan pengisian tasawuf. Perkara ini yang saya lihat masih kurang dalam JT dimana JT banyak menumpukan kepada tasauw atau fadhail amal. Bukan salah tapi lebih afdhal jika diberikan ilmu tauhid yang tahkik atau mencari dahulu ilmu tauhid yg tahkik dan mematapkan ilmu ibadat kususiyah dengan guru-guru yang alim, atau apa yg orang melayu kata pi tadah kitab. Then barulah JT menjadi jemaah yang sangat matop.


  23. Anonymous Says:

    ibn sina...
    salam..
    syeikh... jgn bercakap benda yg kita x reti.. tanda kejahilan, membahas perkara yg x diketahui.. buat malu kat org shj.. sekurang2 malulah pd diri sendiri...


  24. rojab Says:

    Aslm.kalau begini saling menghujat sampai kiamatpun tak ada habisnya jalan satu2nya untuk menyelesaikan adalah saling bermubahalah orang salafi sholat dua rakaat pun dari pihak JT sholat dua rakaat dan sama2 berdoa kepada alloh SWT siapa yg batil akan di binasakan dan siapa yang hak akan tetap hidup.berani gak klau ada salah satu pihak yang gak berani berarti dia cuma omong besar.wsalm


  25. Anonymous Says:

    Ustaz Nazim dan UAI dlm youtube bgtau xde hadis maudhu' dlm fadhail amal....btol ke tuan mengkaji ni?...ke tuan yg sesat?...tn ni wahabi ke syiah?....lain mcm je...


  26. Anonymous Says:

    Kalo tabligh sesat mesti Jakim dgn Jabatan Agama dah tangkap...ni siap bleh wat perhimpunan besar-besaran....Najib pun slambe je dtg...stakat main tulis je tuduh sesat baik xyah...xkan la jabatan agama x kaji jemaah tabligh ni...jgn le cube nak bodohkn org....bkn awk sorg je blaja oversea tau...muke awk pun x nmpk mcm ustaz pun...kalo sy nak blaja agama mmg sy x cari org mcm awk...


  27. strangerKL Says:

    Assalamualaikum

    Salam pada penulis blog, alhamdulillah tuan membukak mata saya tentang JT (jemaah tabligh) memang masa tahun lewat 90an dulu banyak perkara2 yang semacam tahyul dalam tabligh, tapi asasnya bukan macam tu (dulu saya sangka macam tu sebab ada kawan saya semacam naik syeikh(jaws) bila berzikit,khasyaf dan sbgnya ,tapi dalam mencari kebenaran, saya lihat semua yang dibawa oleh JT banyak yang relevannya daripada benda yang dongeng..dari bangun tido sampailah ke sebelum tido ada adab yang diajarkan mengikut hadis2, dalam islam juga JT beritahu, apa yang indah dan baik dari Allah, yang buruk dari kelemahan kita (manusia) sendiri, hatta gelaran JT pun bukan jemaah itu yang letakkan nama, masyarakat itu sendiri yng beri nama, saya jatuh cinta pada usaha ni semasa saya remaja, bila sedang remaja biasalah nafsu melonjak2 hati nak bebas,nak buat itu ini tak kisah halal haram.Tapi JT membantu saya dan "mengemudi" diri saya untuk sentiasa berada didalam redho Allah dengan cara melakukan apa yang sahabat2 rasullah saw buat, itu yang 6 point tu, memang bila remaja senang rasa bangga diri, belajar skit2 tapi rasa macam tahu semua,sekali lagi saya di ajar..supaya dalam hidup ini kita niat belajar..kalau dah pandai pun masih anggap kita ni pelajar dimuka bumi ni dengan harapan Allah akan "ajar" kita secara hikmah, saya sayangkan usaha dakwah ni..lihat diri saya sendiri sekarang asbab tidak bersama jemaah, pecah hati, saya ditipu syaitan dan selalu mengikut nafsu, solat pun di rumah sahaja, tapi saya berusaha untuk meningkatkan amalan cuma apa yang saya nak sampaikan, diri saya sendiri kalau tidak bersama JT lagi..terasa hanyut bersama dunia yg fana ni..kalau bersama, fikir agama, fikir nasib sendiri di akhirat, Allah bantu kita dengan mudah untuk beramal..saya akui ramai dalam tabligh tu ada yg malas belajar..cuma ambil basic tapi kami berusaha untuk dapatkan ilmu dan amal selain dari mencari perkara selain dari Allah..ada hadis sahih yang kita biasa dengar org mencuri tapi solat Nabi saw maafkan dia selama dia bersolat..tapi kenapalah tuan yang banyak ilmu penuh didada itu dengar dan masuk bersama JT ni 3 hari untuk dengar apa yang mereka sampaikan.. lagipun tuan..usaha dakwahlah yang buat kita dapat nikmat islam, saya minta maaf kalau saya buat tuan terasa hati tapi sebelum tuduh sesuatu tu sesat bidaah dan rosak, masuklah kedalam suasana tu dulu baru kita faham dan Allah akan bantu sesiapa saja yang bantu agama dia, waAllahualam


  28. Ya Allah ampunkanlah si penulis blog nie..dan ampunilah saya serta pembaca blog inie..Ya Allah terimalah doa kami....



  29. Anonymous Says:

    kepada penulis blg ini,.. jangan hanya berani di mimbar, coba anda keluar jalan, datangi langsung ummat untuk taat kepada allah swt. seperti yang dilakukan rasullah muhammad saw, supaya andapun bisa rasakan apa yg di rasa oleh nabi kita, diludahi, di maki-maki sama ummat, coba anda buat korban harta dan diri anda untuk agama,..


  30. Anonymous Says:

    Assalam,

    Bacalah dengan minda dan hati yang terbuka.
    Janganlah terlalu fanatik dengan jemaah atau aliran sendiri sehingga menolak kebenaran dan menerima kebatilan.
    Tiada manusia yang maksum melainkan Rasulullah SAW.
    Tiada manusia yang sepi dari kesilapan melainkan Rasulullah SAW.
    Isu hadis daif dan maudhu'/palsu memang tidak dinafikan wujud dalam kitab-kitab tersebut.
    Kalau keliru atau jahil, rujuklah pada ulama-ulama yang muktabar untuk penjelasan.
    Buangkan sifat ego dan taksub kita.
    Usaha dakwah JT amat bagus untuk mengajak manusia kembali kepada Allah.
    Perdalamkan iman, ilmu dan amal kita.
    Moga kita bersatu dan kekal di atas jalan Islam sehingga akhir hayat kita.
    Amin.

    Wan


  31. Anonymous Says:

    Assalaamu'alaikum wr.wb. Selama saya ikut berdakwah cara nabi ini, saya tidak pernah temukan ajakan kepada selain ALLAH swt.

    Tuduhan-tuduhan di artikel ini akan dipertanggung jawabkan penulis nanti di akherat, di kubur, dan sakratul maut pun insya ALLAH sudah merasakannya. Semoga ALLAH mengampuni kita.


  32. Anonymous Says:

    Penulis dalam foto berpenampilan bukan seperti ummat nabi. Lalu nanti akan dibangkitkan dengan ummat yang mana?

    Hadis dhoif atau iman dhoif? Baca al qur'an surat At Taubah ayat 24


  33. abi hasan Says:

    orang2 yang benci jt.sungguh jauh dr hdyah allah swt.karena org2 ini ahlinya bid'ah.seorg petani hr2 akan bcr mslh pertaniannya.n ahli bid'ah hari2 sll bcr ttg bid'ah,,,


  34. Anonymous Says:

    Ya Allah.matikan kami dalam kalimah Mu Ya Allah Laillah ahilallah....muhammadur rasulullah.........


  35. Sebelumnya Saya orang bodoh, dzulumat, penuh dengan maksiat dan kemunafikan, Saat itu dengan mudah saya tinggalkan sholat. suatu saat saya dah ikut JT (20 tahun lalu),Alhamdulillah Allah SWT berikan saya kekuatan menjaga sholat fardu 5 waktu di masjid di awal waktu secara berjamaah. berikut dzikir pagi petang dan tilawah alquran sampe khatam beberapa kali. sesat kah itu?....


  36. Anonymous Says:

    Mereka yang benar-benar faham usaha dakwah adalah nabi-nabi dan sahabat-sahabat nabi saw. Semua ahli jemaah tabligh adalah pelajar usaha dakwah. Tentu ada kesilapan.

    Kalau nak belajar limu agama belajarlah dengan ustaz yang mengajar di pondok atau madrasah. Jangan belajar dari pelajar yang sedang belajar dipondok/madrasah. Tentu ada kesilapan.

    Kalau nak belajar usaha dakwah, belajarlah dengan ustaz di Markaz-markaz di malaysia. Contoh Masjid Sri petaling, kubang bujuk dan sebagainya. Kalau belajar dari ahli jemaah tabligh (bukan ustaz) tentu ada kesilapan.
    Kerana semua sedang belajar.

    Disini bukan tempat nya.


  37. Anonymous Says:

    Mereka yang benar-benar faham usaha dakwah adalah nabi-nabi dan sahabat-sahabat nabi saw. Semua ahli jemaah tabligh adalah pelajar usaha dakwah. Tentu ada kesilapan.

    Kalau nak belajar limu agama belajarlah dengan ustaz yang mengajar di pondok atau madrasah. Jangan belajar dari pelajar yang sedang belajar dipondok/madrasah. Tentu ada kesilapan.

    Kalau nak belajar usaha dakwah, belajarlah dengan ustaz di Markaz-markaz di malaysia. Contoh Masjid Sri petaling, kubang bujuk dan sebagainya. Kalau belajar dari ahli jemaah tabligh (bukan ustaz) tentu ada kesilapan.
    Kerana semua sedang belajar.

    Disini bukan tempat nya.